Sabtu, 23 Agustus 2014

No Bake Oreo Cheesecake...

Terinspirasi oleh no bake oreo cheesecake  buatan  mama Mira alias  @rachanlie di acara buka puasa The Urban Mama bulan Juli yang lalu,  saya bersama Caca pun langsung ingin mencoba. Saat kami membeli beberapa bahan, kebetulan masih banyak toko yang tutup  karena libur Lebaran, akhirnya saya berimprovisasi dengan mengganti  cream cheese yang sulit didapat dengan campuran keju cheddar dan whipping cream, ternyata rasanya enak juga.., malah suami saya bilang seperti es krim :)
Berikut cara pembuatannya:
BAHAN-BAHAN
  • Oreo 10-12 keping
  • Cream cheese 250 gr (atau bisa diganti dengan campuran keju dan whipping cream. Parut 125gr keju lalu masukan ke dlmpanci bersama 125gr whipping cream, aduk-aduk dan dimasak dng api kecil selama lebih kurang 5 mnt)
  • Whipping cream 250 gr
  • Vanili secukupnya
  • Gula halus 2 sdm
  • Mentega 3 sdm dicairkan
 CARA MEMBUAT
Hancurkan 10 keping oreo menggunakan wadah seperti baskom, namun usahakan yang plastik.

...atau masukan oreo ke dalam plastik bening dan tumbuk

Panaskan 3 sdm mentega

Campurkan lelehan mentega ke dalam oreo dan aduk sampai rata

tuang oreo ke dlm wadah dan ratakan lalu masukan ke kulkas

Parut 124 gr keju lalu masak bersama 125 gr whip cream di api kecil

campur cheese cream yg sdh dimasak denagn whipping cream, masukan gula dan vanili, aduk terus sampai mengembang

masukan campuran cream cheese dan whip cream ke dlm wadah, tambahkan pecahan oreo di atasnya,masukan kembali ke dalamlemari pendingin, diamkan sekitar 6 jam

keluarkan cake dari dalam kulkas 10 menit sebelum dinikmati agar tidak terlalu keras


Selasa, 22 Juli 2014

Renovasi Hemat: Gudang jadi kamar



Saya memiliki gudang kecil yang kurang terpakai di loteng, bahkan lebih sering jadi sarang tikus daripada tempat penyimpanan, mungkin karena aksesnya yang agak sulit (tangga yang terlalu sempit dan curam) sehingga kami lebih memilih menyimpan barang di bawah daripada di atas agar lebih mudah mengambilnya saat diperlukan.

Dengan bertambah besarnya anak-anak, saya dan suami merasa perlu memiliki ruang privasi lain selain kamar tidur utama karena kamar kami semakin sering 'dijajah' oleh tiga mahluk manis itu, akhirnya tercetuslah ide untuk memanfaatkan gudang tersebut sebagai tempat bekerja dan istirahat kedua bagi kami.
  
gudang di loteng


salah satu sisi gudang
Pengeluaran sedang banyak, jadi saya tidak ingin renovasi ini menghabiskan banyak biaya, saya pun benar-benar berusaha memanfaatkan barang-barang yang sudah ada dan melakukan improvisasi dan kreasi agar tampilan kamar tersebut tetap kelihatan menarik. Namun memang perlu usaha ekstra keras. Dengan sedikit usaha, tangga kami buat menjadi dua bagian agar tidak curam lagi. Sedikit berantakan, tapi yang penting aman dan mudah dilewati. Tangga yang digunakan pun masih tangga yang lama, namun dibagi menjadi dua dan ditambah dengan kayu-kayu penyambung.

tangga kami ubah menjadi dua belokan agar tdk curam

Kebetulan kami punya beberapa lembar triplek sisa, balok, reng, dan cat. Kami hanya perlu membeli asbes dan tambahan kaso untuk menambah tinggi ruangan gudang yang sangat rendah.

Sebagai meja komputer, saya memanfaatkan meja belajar masa kecil Caca yang sudah tidak terpakai, lalu tempat duduknya adalah kursi plastik murah yang saya beri bantal. Ini pun bantal bekas yang sudah lusuh, saya buatkan sarung baru dari kain-kain sisa.

Cat sisa yang kami miliki berwarna hijau, jadilah ruangan ini di cat hijau.

Karena konsep kamar ini sebagai kamar peristirahatan dan kamar kerja cadangan, selain meja komputer, saya juga menaruh kasur di sana. Ini juga kasur bekas anak-anak yang sudah jarang dipakai dan sudah sedikit peot, saya mengakalinya dengan melapis kasur ini memakai bed cover tebal berwarna kuning.

kasur bekas kaka

Untuk menutupi lantai kayu yang kurang bagus, saya membeli karpet plastik super murah di matrial, kalau nggak salah harganya 6000 Rupiah per meter ;p
Tirai saya buat dari seprai bekas, pasangan si bed cover ini, biar nggak perlu beli tirai baru dan biar matching hihihi..

seprai yang berubah jadi gorden :)
sisa renda seprai yg saya sambung menjadi taplak

Perlu sekitar lima hari tukang bekerja dan menyulap gudang sempit tersebut menjadi kamar ukuran kecil yang nyaman dan perlu seharian bagi saya untuk mempercantik kamar tersebut menjadi seperti di bawah ini...

before and after


Saya lupa detail pengeluarannya untuk apa saja, namun kurang lebih kami menghabiskan tidak lebih dari Rp 2.500.000 untuk beberapa bahan, antara lain:
  • triplek (sbg pengganti tembok juga utk langit2)
  • kaso/reng (untuk meninggikan loteng)
  • asbes (mengganti genteng yang terlalu berat)

Yang tidak dibeli: 
  • 1/2 galon cat tembok warna hijau (sisa cat ruang tamu)
  • Beberapa lembar triplek dan kaso bekas sisa renovasi sebelumnya
  • Paku, dll

Biaya tukang Rp 200.000 x 6 hari = RP 1.200.000

TOTAL dengan biaya makan + rokok tukang kurang lebih Rp 4.000.000

Sebenarnya ini renovasi besar-besaran karena gudang tersebut benar-benar kecil dan rusak sana-sini, belum lagi atapnya yang terpaksa dibongkar semua untuk menambah tinggi ruangan, namun dengan penghematan sana sini saya menekan pengeluaran menjadi tidak lebih dari 4 juta. Tidak sempurna tapi sangat nyaman...

Kamis, 17 Juli 2014

Happy twenty sixteen to me!


Never been so grateful.., thank you Allah...


i am 36 but they wrote 35 instead :D
rejeki anak sholeh ;p



surprise party di bukber temen2 SMP
temen2 kantor (ROUSE) yg super cool, ada banyak yg gak kefoto sayangnya :(
The Urban Mama family...

Ohana = family, means nobody lefts behind..

Berbuka puasa di DoubleTree by Hilton...



Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 14 Juli 2014,  saya diundang berbuka puasa di Hotel Double Tree by Hilton yang berlokasi di Jalan Pegangangsaan Timur, Diponegoro.

Hmm..kesan pertama yang saya dapat saat tiba di hotel yang memiliki taman yang rimbun ini adalah suasananya yang cocok untuk membawa keluarga, maklum insting sebagai ibu beranak tiga selalu keluar saat mendatangi tempat-tempat yang nyaman dan menyenangkan, saya langsung terpikir untuk kapan-kapan membawa anak-anak ke sini. Mereka pasti akan histeris -okay, that's too much, tapi kurang lebih mereka bakal heboh banget- saat melihat kolam renangnya yang unik berbentuk Oasis ini, dan tidak akan sabar untuk segera nyebur :)

" Anak-anak saya pasti akan histeris -okay, that's too much, tapi kurang lebih mereka bakal heboh banget- saat melihat kolam renangnya yang unik berbentuk Oasis ini, dan tidak akan sabar untuk segera nyebur :)  "

Kembali ke topik semula, yaitu berbuka puasa, saat beduk berbunyi, saya menikmati beragam makanan berbuka di OPEN, all-day dining venue yang menyajikan aneka ta'jil serta makanan dengan menu internasional mau pun nasional.

OPEN: luas dan nyaman..

ini yang pertama kali saya 'serbu'
Saya juga mencoba makanan khas sajian OPEN ini, yaitu pizza rendang, ya, pizza rendang!. Saat pertama kali ditawari untuk mencobanya saya agak mengernyit, bukan apa-apa, saya suka sekali rendang, apalagi mertua adalah orang Padang, namun saya membayangkan rendang hanya cocok untuk dimakan dengan nasi, pasti aneh rasanya kalau makan rendang dalam bentuk yang lain. Saat gigitan pertama saya sudah langsung jatuh hati dengan rasanya..

Pizza rendang!
Puas dengan pizza rendang, aneka ta'jil dan beberapa makanan lainnya, kini saatnya saya menikmati makanan khas yang hanya tersedia saat bulan Ramadhan: Turkish Meze Platter.. Cara makan menu ini pun seru, apalagi jika dinikmati bersama-sama.

Turkish Meze Platter

Mba Tata dari Double Tree sedang mengajari saya cara makan Turkish Meze Platter..

yumm..
saya benar2 menikmati suapan demi suapan ;p

Ahh, tak terasa saya sudah harus pulang ke rumah, namun rasa kenyang karena sajian nikmat di tempat yang nyaman membuat saya benar-benar menikmati buka puasa hari itu...

Kamis, 10 Juli 2014

Solusi Cepat Saat Darurat...

Saya teringat beberapa waktu yang lalu sempat tersandung masalah keuangan karena beberapa pengeluaran besar yang datang secara bersamaan. Saat itu kami sedang merenovasi rumah, tiba-tiba komplek kami dilanda banjir dan mobil pun rusak karena terendam, belum lagi saat itu berbarengan dengan anak-anak yang harus membayar uang sekolah dalam jumlah yang cukup besar. 

Duhhh, rasanya cukup berat dan menguras pikiran, untung saja kami dikelilingi oleh keluarga besar yang sangat dekat dan senang saling membantu, namun dalam hati kecil saya sebenarnya saya tidak suka menyusahkan orang lain, apalagi keluarga sendiri. 

Saat saya mendapat informasi mengenai tunaiku.com, saya langsung mengunjungi situsnya dan mempelajari isinya. Saya pun yakin bahwa ini bisa menjadi solusi alternatif jika saya mengalami kesulitan finansial dan membutuhkan pinjaman tunai karena prosesnya yang cepat tanpa agunan, tanpa kartu kredit, dan tanpa dokumen dalam aplikasi.



Dalam hidup kadang ada masa senang, kadang ada masa sulit, dengan pikiran yang jernih, kita pasti bisa mengatasi setiap masalah yang kita hadapi. Bijaklah dalam memilih dan meminjam karena meski pun mudah namun jika tidak diperlukan sebaiknya kita memikirkannya kembali :)


https://www.tunaiku.com/home