Minggu, 19 Oktober 2014

Ramen Miegalomen di Pasar Santa, enak, spicy, dan..murah!


Sudah dua minggu terakhir saya penasaran ingin main ke Pasar Santa yang katanya lagi Happening banget. Obrolan di media sosial pun makin ramai soal pasar yang satu ini.

Penasaran dong, jadi lah saya dan beberapa teman berkunjung ke sana Jumat, 17 Oktober lalu. Benar saja, suasana di lantai tiga pasar Santa ternyata ramai dan...keren! ada toko-toko kecil lucuk!, mulai dari makanan berat, minuman, cemilan, kopi, sampai toko crafts.., duuhh, memanjakan mata dan perut banget deh..


Kebetulan banget di sana ada kedai Ramen-nya suami sahabat saya. Remy yang seorang chef membuka usaha sampingan bernama ramen Megalomen bersama rekannya, Samuel. Tempatnya unik, didominasi oleh warna merah dan sesuai dengan namanya, Miegalomen, rasa ramennya pun spicy dan 'panas' seperti api Megaloman :D.

spicy, kental, pedas, dan gurih.., lengkap deh pokoknya...
Sesudah makan dan minum ocha dingin yang bisa di-refill, saya hanya perlu membayar 22 ribu saja, puas banget deh, rasa oke, harga oke bangettt..

ini dia para ownernya yang super keren! dua jempol deh buat mereka...

Next time pasti saya balik lagi ke sini, tapi menurut saya pribadi, makan di pasar Santa ini lebih cocok berdua pasangan saja karena tempatnya yang tidak besar dan agak panas, yaahh sekalian itung2 pacaran hehehe..

foto2 dulu setelah kenyang :)

Mau tahu lebih banyak tentang ramen ini, follow aja IG mereka @miegaloman ya...

***

Jumat, 17 Oktober 2014

#15MinsDIY - Menyulap baju hamil menjadi rok dan bandana



Saya suka sekali semua yang berbau DIY. Dulu masih sering menyempatkan waktu membuat macam-macam meski pun memakan waktu lama. Namun akhir-akhir ini, karena kesibukan, saya hampir tak punya waktu lagi untuk melakukan hobi tersebut. Namun hasrat 'DIY' saya terlalu besar untuk bisa ditahan, hehehe, jadilah saya membuat apa pun yang bisa dikerjakan hanya dengan waktu kurang lebih 15 menit.

Ini dia salah satunya :)

Saya punya baju hamil favorit yang kini sudah tidak terpakai, tapi, maaf, masih sayang untuk memberikannya kepada orang lain. Eh, tapi yang saya sudah kasih ke orang lain hampir semuanya lhoo, kecuali satu gaun ini.

Agar kembali bisa dipakai, saya mengakalinya, mengubahnya jadi rok, dan membuatkan bandana untuk Caca dari kain sisanya. Ini dia prosesnya yang hanya memakan waktu kurang lebih 15 menit.

sebelum

potong sesuai yang diinginkan

beri karet tebal dan jahit, bisa dengan tangan.
After. Tadaaa...

bandana untuk Caca
she loves her new bandana so much!

Mango Tree Bistrobar, hidangan khas Thailand yang jadi favorit baru keluarga kami...



momen makan siang yang sangat menyenangkan
Hari Sabtu dan Minggu adalah hari kebersamaan saya dengan anak-anak dan suami. Kadang faktor kesibukan membuat saya atau suami harus memakai akhir pekan untuk bekerja, apalagi suami saya yang bekerja sebagai produser di salah satu televisi swasta seringkali justru sibuk di hari Sabtu atau Minggu.

Oleh karena itu, setiap ada waktu, kami ingin memanfaatkannya semaksimal mungkin, meski pun hanya makan siang bersama, seperti hari Sabtu yang lalu,  saat saya harus pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan, saya menyempatkan diri untuk makan siang bersama keluarga terlebih dulu sebelum ke bandara.

Kebetulan sekali kami berkesempatan untuk makan siang bersama di Mango Tree Bistrobar di Plaza Senayan. Mango Tree Bistrobar adalah waralaba dari grup restoran Bangkok yang memiliki 68 cabang di seluruh dunia, mulai dari Bangkok, Tokyo, Dubai, London, sampai Jakarta.


Awalnya, meski pun sangat ingin menikmati segarnya Tom Yum dan mencicipi Thai High Tea, namun saya sempat khawatir anak-anak, terutama si bungsu akan kurang cocok dengan makanannya karena mereka belum familiar dengan makanan Thailand. Saya dan suami bahkan sudah berencana untuk membawa anak-anak makan lagi di tempat lain jika ternyata mereka kurang cocok dengan makanan yang disajikan oleh Mango Tree Bistrobar. Ternyata kekhawatiran saya sama sekali tidak terbukti. Saat waitress membawakan menu, Kenan dan Caca langsung memesan Thai tea, minuman favorit mereka.

Caca sedang memilih makanan
Mereka juga banyak bertanya tentang menu yang ada, apa bahannya, bahkan rasanya :). Dari penjelasan waitress, Caca memutuskan untuk memesan set lunch of the day "in the good hens." Set yang terdiri atas nasi goreng, grilled chicken, dan schrimp cake.

Set menu "in the good hens" dalam satu piring panjang yang ternyata enak dan mengenyangkan
Kenan memutuskan untuk memesan grilled beef neck, sementara suami saya tentu saja memesan Tom Yum favoritnya. Saya sendiri memesan pineapple fried rice, nasi goreng ayam dengan nanas dan kismis. Yumm, rasanya memang tidak biasa untuk lidah saya tapi justru memberikan pengalaman rasa yang menyenangkan karena meski pun beberapa bahan tersebut tidak biasa saya temukan di dalam nasi goreng (nanas dan kismis) namun ternyata rasanya enak dan spicy.

Pineapple Fried Rice
Salah satu yang kami sukai di sini adalah suasananya yang ramah anak-anak. Saat makanan untuk Sabil dihidangkan, seorang waiter membawakan piring dan sendok melamic bertema cars. Langsung saja selera makan jagoan kecil saya ini bertambah dan ia segera melahap shrimp cakes-nya dengan lahap.

Sabil makan dengan piring kartun yang khusus disediakan restoran untuk anak-anak
Sebagai penutup kami menikmati High Thai Tea yang disajikan dalam piring bertingkat tiga dan berisi makanan-makanan tradisional yang diolah dengan cara yang tidak biasa.

Thai High Tea


abang mencicipi High Thai Tea
Setelah menikmati makanan penutup, kami pun yakin bahwa tidak perlu lagi membawa anak-anak makan di tempat lain karena mereka menghabiskan hampir semua yang mereka pesan, termasuk si kecil Sabil, jadi tentunya mereka sudah cukup kenyang dan siap mengantarkan saya ke bandara.

Oh ya, bagi yang ingin berkunjung ke Mango Tree Bistrobar ditanggal 26 Oktober sampai 5 November ini, jangan lupa untuk mencoba scary good deal for Halloween feast  yaitu  "The Haunted Garden"  dengan hanya Rp. 63.000,- ++

anak-anak pasti seru melihat dan memakan hidangan spooktacular ini ;p

***

Jumat, 10 Oktober 2014

Seri Pengenalan Profesi...


Bicara soal buku, Sabil akan suka semua buku anak-anak yang berwarna cerah dan gambarnya bagus. Saat dia mulai bertanya-tanya, ayah kerja apa?, mama kerja apa?, saya pun langsung mencarikan buku yang bisa menjelaskan kepadanya tentang beragam profesi tanpa membuat dia bingung dan tentu saja yang colourful.

Setelah mencari-cari, saya memutuskan untuk memberikan dia buku Seri Pengenalan Profesi dari esensi, Erlangga Group.

Ketika diminta memilih, ia menunjuk seri yang berjudul "Aku ingin menjadi pemadam kebakaran", mungkin karena warna sampulnya yang menarik, berwarna merah dan ada gambar anak berseragam pemadam kebakaran.


Sampai di rumah, ia langsung membuka plastiknya dan minta dibacakan. Saya pun membacakan buku tersebut dari awal sampai akhir. Dan seperti biasa, setelah saya membacakan, dia akan 'membaca' lagi sendiri, mengamati halaman demi halaman, bahkan menceritakan kembali apa yang tadi ia dengar dari saya, dan tentunya ditambahkan oleh ceritanya sendiri :D



Buku Seri Pengenalan Profesi ini diterbitkan dengan tujuan agar anak-anak mengerti pentingnya memiliki cita-cita dan bisa mendapatkan gambaran tentang profesi yang dicita-citakannya. Untuk anak seumur Sabil mungkin belum pas jika tujuannya adalah membuat dia mendapat gambaran tentang cita-citanya, namun buku ini saya gunakan untuk menjawab keingintahuan-keingintahuannya mengenai pekerjaan orangtuanya dan orang lain.



Penjelasan dalam buku ini pun mudah dicerna karena bentuknya adalah cerita, bukan deskripsi, jadi Sabil dan kakak-kakaknya justru menikmati ceritanya dan mendapat pengetahuan baru mengenai profesi yang ada.

***

Senin, 22 September 2014

My Monday Quotes...



 


Lagi banyak deadlines Senin ini, gak kebayang bisa slesai semua atau nggak, tapi usaha aja deh, gak ada jalan pintas juga soalnya ;p



Akhir2 ini gw lagi seneng lari, tapi kalo ditanya gw cuma bilang bahwa gw lari utk fun aja, soalnya malu, lambat pace-nya, tapi jadi semangat pas baca kutipan dari Bart Yasso ini. Yup, soo true, we are all runners, some just run faster than others. Dan kembali ke kutipan yang atas, no shortcuts, just work for it..

SELAMAT HARI SENIN temansss...









Senin, 15 September 2014

Easy Taxi, Easy for Mama :)



image source: EasyTaxiID

Sebagai wanita bekerja, saya sering sekali menggunakan layanan taksi, begitu juga sebagai ibu, taksi adalah pilihan paling nyaman saat suami tidak bisa mengantar saya berserta tiga anak saya bepergian. Namun kendala yang sering saya hadapi kala mencari taksi kadang membuat saya tidak nyaman, seperti harus menelepon dan menunggu cukup lama, atau bahkan menunggu di pinggir jalan dan belum tentu mendapatkan taksi.


Beberapa kali saya mengalami pengalaman menakutkan karena naik taksi yang kurang jelas, mulai dari dibawa berputar-putar, supir yang kasar, menunggu taksi di tempat sepi, sampai diajak ngobrol vulgar!. Bahkan kali terakhir saya naik taksi belum lama ini, saya mengalami hal tidak enak saat si supir yang sepertinya sedang mabuk berperilaku cukup aneh. Saya sampai menuliskan pengalaman tersebut di Path - salah satu media sosial. Si supir yang sepertinya mabuk (saya tidak menyadari saat baru masuk taksi) kurang responsif saat saya menanyakan apakah ia tahu lokasi yang saya bilang, lalu di tengah perjalanan saya menyadari lewat kaca spion bahwa matanya merah sekali. Terakhir ia melemparkan pertanyaan tentang apakah di wisma bisa bayar per jam, karena setahu dia begitu. Mungkin dia pikir yang saya maksud dengan wisma adalah penginapan, tapi saya kan jelas-jelas menyebutkan nama lengkap bangunan tersebut, dan kebetulan saya naik pun tidak terlalu jauh dari tujuan saya, jadi sebagai supir taksi saya berharap sekali bahwa ia tahu lokasi tersebut. Saya juga sudah membantunya dengan mengatakan bahwa lokasi gedung tersebut tepat di sebelah Pondok Indah Mall. Untung saja saat itu pagi hari dan suasana ramai, jadi saya tidak begitu takut dan terganggu.

Sekitar dua minggu yang lalu, kebetulan sekali seorang teman mengundang saya menghadiri acara Blogger & Community Meet up bersama Easy Taxi yang diadakan di Kopitiam Tan, di daerah SCBD, Sudirman. Jujur saja saya belum pernah memakai layanan Easy Taxi sebelumnya, jadi dengan bersemangat saya bersama seorang teman dari MamaTalks Community menghadiri acara tersebut.

Blogger & Community Meet Up
Dalam kesempatan tersebut, sambil menikmati makan malam, saya menerima banyak informasi mengenai Easy Taxi, tentang betapa mudahnya memesan taksi lewat EasyTaxi menggunakan aplikasi yang bisa di unduh di smartphone kita. Dari acara tersebut ada beberapa hal yang saya garis bawahi:
  • Pesan taksi bisa kapan saja dan di mana saja. Nggak akan ada lagi deh pengalaman nunggu taksi malam-malam di pinggir jalan yang sepi...
  • Dapat dilihat dan dilacak secara real time lewat layar smartphone kita. Jadi kalau kita sudah pesan, kita bisa melihat secara langsung taksi berjalan menuju ke alamat kita. Kita juga bisa memprediksi kapan taksi akan sampai.
  • Mendapatkan supir dan taksi yang tepat!. Ini yang paliiing penting bagi saya. Easy Taxi menjanjikan pengemudi yang terlatih, terampil, dan memiliki riwayat yang jelas. Karena hanya pengemudi-pengemudi seperti itulah yang bisa menjadi mitra Easy Taxi.
Eits.., ada satu catatan penting lagi, terutama buat saya sebagai mama, yaitu tidak ada tambahan biaya jika naik taksi menggunakan aplikasi ini. Yang kita bayar adalah jumlah yang tertera di argo, tidak kurang, tidak lebih.

Sebagai seorang perempuan, apalagi sebagai mama beranak tiga, segala kemudahan yang ditawarkan Easy Taxi ingin langsung saya buktikan, dong?.  Setelah pulang diantar oleh taksi yang saya pesan langsung menggunakan aplikasi ini, beberapa hari kemudian saya langsung mencobanya lagi saat hendak bepergian dengan anak-anak. Saya hanya memencet tombol 'Request taxi' dan tak lama kemudian ada respon dari salah satu taksi yang tergabung dengan Easy Taxi yang langsung mengarah ke rumah saya. Setiap saat, saya pun bisa mengecek sudah berada di mana taksi saya karena akan muncul peta dengan gambar taksi yang terus berjalan mendekat. Saya juga langsung mengetahui identitas taksi tersebut, dari nama armada taksi-nya sampai nama sang supir. Jadi saya merasa sangat aman bepergian seorang diri atau pun dengan anak-anak karena saya tidak perlu mencatat identitas sang supir dan nomor taksinya, semua sudah terekam jelas di aplikasi Easy Taxi.

pengalaman menggunakan aplikasi Easy Taxi







Kerennya lagi, aplikasi Easy Taxi ini adalah aplikasi pemesanan terbesar di dunia yang didirikan pada tahun 2010 di Rio De Janeiro, Brasil, dan saat ini sudah tersedia di 120 negara di dunia. Jadi, jika saya sedang pergi ke luar negeri, misalkan Korea dan saya ingin menggunakan Easy Taxi, seperti biasa saya hanya perlu memencet tombol 'Request Taxi' dan seterusnya, bahasa bukan lah kendala.

Karena merasa sangat puas dengan pengalaman naik taksi menggunakan aplikasi ini, saya langsung merekomendasikannya ke teman-teman di kantor, terutama sesama mama. Beberapa teman bahkan langsung meng-install aplikasinya di smartphone masing-masing.


Mau tahu lebih jelas lagi menggenai cara penggunaan aplikasi Easy Taxi? cek aja twitternya @EasyTaxiID dan tonton video cara kerjanya di bawah ini...



Sabtu, 23 Agustus 2014

No Bake Oreo Cheesecake...


Terinspirasi oleh no bake oreo cheesecake  buatan  mama Mira alias  @rachanlie di acara buka puasa The Urban Mama bulan Juli yang lalu,  saya bersama Caca pun langsung ingin mencoba. Saat kami membeli beberapa bahan, kebetulan masih banyak toko yang tutup  karena libur Lebaran, akhirnya saya berimprovisasi dengan mengganti  cream cheese yang sulit didapat dengan campuran keju cheddar dan whipping cream, ternyata rasanya enak juga.., malah suami saya bilang seperti es krim :)
Berikut cara pembuatannya:
BAHAN-BAHAN
  • Oreo 10-12 keping
  • Cream cheese 250 gr (atau bisa diganti dengan campuran keju dan whipping cream. Parut 125gr keju lalu masukan ke dlmpanci bersama 125gr whipping cream, aduk-aduk dan dimasak dng api kecil selama lebih kurang 5 mnt)
  • Whipping cream 250 gr
  • Vanili secukupnya
  • Gula halus 2 sdm
  • Mentega 3 sdm dicairkan
 CARA MEMBUAT

Hancurkan 10 keping oreo menggunakan wadah seperti baskom, namun usahakan yang plastik.


   ...atau masukan oreo ke dalam plastik bening dan tumbuk

Panaskan 3 sdm mentega

Campurkan lelehan mentega ke dalam oreo dan aduk sampai rata

tuang oreo ke dlm wadah dan ratakan lalu masukan ke kulkas

Parut 124 gr keju lalu masak bersama 125 gr whip cream di api kecil

campur cheese cream yg sdh dimasak denagn whipping cream, masukan gula dan vanili, aduk terus sampai mengembang

masukan campuran cream cheese dan whip cream ke dlm wadah, tambahkan pecahan oreo di atasnya,masukan kembali ke dalamlemari pendingin, diamkan sekitar 6 jam

keluarkan cake dari dalam kulkas 10 menit sebelum dinikmati agar tidak terlalu keras
Selesai!

Yummm! Selamat mencoba, mamaaa..

Selasa, 22 Juli 2014

Renovasi Hemat: Gudang jadi kamar



Saya memiliki gudang kecil yang kurang terpakai di loteng, bahkan lebih sering jadi sarang tikus daripada tempat penyimpanan, mungkin karena aksesnya yang agak sulit (tangga yang terlalu sempit dan curam) sehingga kami lebih memilih menyimpan barang di bawah daripada di atas agar lebih mudah mengambilnya saat diperlukan.

Dengan bertambah besarnya anak-anak, saya dan suami merasa perlu memiliki ruang privasi lain selain kamar tidur utama karena kamar kami semakin sering 'dijajah' oleh tiga mahluk manis itu, akhirnya tercetuslah ide untuk memanfaatkan gudang tersebut sebagai tempat bekerja dan istirahat kedua bagi kami.
  
gudang di loteng


salah satu sisi gudang
Pengeluaran sedang banyak, jadi saya tidak ingin renovasi ini menghabiskan banyak biaya, saya pun benar-benar berusaha memanfaatkan barang-barang yang sudah ada dan melakukan improvisasi dan kreasi agar tampilan kamar tersebut tetap kelihatan menarik. Namun memang perlu usaha ekstra keras. Dengan sedikit usaha, tangga kami buat menjadi dua bagian agar tidak curam lagi. Sedikit berantakan, tapi yang penting aman dan mudah dilewati. Tangga yang digunakan pun masih tangga yang lama, namun dibagi menjadi dua dan ditambah dengan kayu-kayu penyambung.

tangga kami ubah menjadi dua belokan agar tdk curam

Kebetulan kami punya beberapa lembar triplek sisa, balok, reng, dan cat. Kami hanya perlu membeli asbes dan tambahan kaso untuk menambah tinggi ruangan gudang yang sangat rendah.

Sebagai meja komputer, saya memanfaatkan meja belajar masa kecil Caca yang sudah tidak terpakai, lalu tempat duduknya adalah kursi plastik murah yang saya beri bantal. Ini pun bantal bekas yang sudah lusuh, saya buatkan sarung baru dari kain-kain sisa.

Cat sisa yang kami miliki berwarna hijau, jadilah ruangan ini di cat hijau.

Karena konsep kamar ini sebagai kamar peristirahatan dan kamar kerja cadangan, selain meja komputer, saya juga menaruh kasur di sana. Ini juga kasur bekas anak-anak yang sudah jarang dipakai dan sudah sedikit peot, saya mengakalinya dengan melapis kasur ini memakai bed cover tebal berwarna kuning.

kasur bekas kaka

Untuk menutupi lantai kayu yang kurang bagus, saya membeli karpet plastik super murah di matrial, kalau nggak salah harganya 6000 Rupiah per meter ;p
Tirai saya buat dari seprai bekas, pasangan si bed cover ini, biar nggak perlu beli tirai baru dan biar matching hihihi..

seprai yang berubah jadi gorden :)
sisa renda seprai yg saya sambung menjadi taplak

Perlu sekitar lima hari tukang bekerja dan menyulap gudang sempit tersebut menjadi kamar ukuran kecil yang nyaman dan perlu seharian bagi saya untuk mempercantik kamar tersebut menjadi seperti di bawah ini...

before and after


Saya lupa detail pengeluarannya untuk apa saja, namun kurang lebih kami menghabiskan tidak lebih dari Rp 2.500.000 untuk beberapa bahan, antara lain:
  • triplek (sbg pengganti tembok juga utk langit2)
  • kaso/reng (untuk meninggikan loteng)
  • asbes (mengganti genteng yang terlalu berat)

Yang tidak dibeli: 
  • 1/2 galon cat tembok warna hijau (sisa cat ruang tamu)
  • Beberapa lembar triplek dan kaso bekas sisa renovasi sebelumnya
  • Paku, dll

Biaya tukang Rp 200.000 x 6 hari = RP 1.200.000

TOTAL dengan biaya makan + rokok tukang kurang lebih Rp 4.000.000

Sebenarnya ini renovasi besar-besaran karena gudang tersebut benar-benar kecil dan rusak sana-sini, belum lagi atapnya yang terpaksa dibongkar semua untuk menambah tinggi ruangan, namun dengan penghematan sana sini saya menekan pengeluaran menjadi tidak lebih dari 4 juta. Tidak sempurna tapi sangat nyaman...